Banyak orang tua fokus ngajarin anak biar pintar matematika, bahasa asing, atau komputer. Tapi, satu hal yang sering kelewat adalah literasi finansial. Padahal, ngerti cara ngatur uang itu bekal penting buat anak hidup mandiri di masa depan.
Dan salah satu langkah awal paling efektif buat ngenalin keuangan ke anak, khususnya remaja, adalah ngasih mereka tabungan sendiri. Bukan cuma soal naruh uang di bank, tapi ngajarin mereka tanggung jawab, kebiasaan nabung, dan ngerti nilai uang dari pengalaman langsung.
Tapi, pertanyaannya sekarang: gimana caranya milih tabungan yang pas buat remaja? Gak semua produk tabungan cocok. Ada yang terlalu kompleks, ada yang terlalu terbatas, dan ada juga yang malah bikin anak kehilangan motivasi karena gak ngerti tujuannya.
Yuk bahas bareng cara milih tabungan adolescence (khusus remaja) yang tepat, aman, dan bisa jadi sarana belajar keuangan yang menyenangkan.
1. Pastikan Tabungan atas Nama Anak
Kalau tujuannya buat edukasi, maka rekening harus atas nama anak, bukan nebeng ke rekening orang tua. Ini penting buat bikin anak merasa punya tanggung jawab dan “sense of ownership”.
Banyak bank udah punya produk khusus anak/remaja, biasanya dibuka dengan pendampingan orang tua. Anak tetap pegang kendali, tapi kamu bisa monitor aktivitasnya.
Contoh fitur yang perlu diperhatikan:
- Nama anak di buku tabungan atau aplikasi
- Kartu debit dengan limit transaksi kecil
- Akses via mobile banking dengan kontrol orang tua
2. Pilih Bank yang Punya Fitur Edukatif dan User-Friendly
Jangan cuma lihat bunga atau biaya administrasi. Lihat juga apakah bank tersebut punya fitur yang bisa bantu edukasi anak soal keuangan.
Beberapa fitur menarik:
- Ringkasan pengeluaran dan pemasukan secara visual
- Tantangan menabung mingguan/bulanan
- Kategori pengeluaran (misal: jajan, pulsa, hobi)
- Reminder untuk menabung secara otomatis
Kalau bisa diakses lewat aplikasi dengan antarmuka sederhana, itu nilai plus. Contohnya, aplikasi seperti nobu Go yang intuitif, bisa kasih gambaran cashflow, dan cocok buat anak-anak muda yang tumbuh di era digital.
3. Perhatikan Minimum Setoran dan Biaya Administrasi
Remaja umumnya belum punya penghasilan tetap. Jadi, hindari produk tabungan yang minta saldo awal tinggi atau potongan rutin bulanan.
Idealnya:
- Setoran awal rendah (Rp20.000–Rp50.000)
- Bebas biaya administrasi
- Syarat saldo minimum tidak memberatkan
Kamu juga bisa bantu anak ngisi saldo lewat autodebet dari rekening orang tua, misalnya sebagai “uang saku digital” tiap minggu.
4. Ajak Anak Ikut Menentukan Tujuan Nabung
Tabungan tanpa tujuan gampang bikin bosan. Anak perlu tahu kenapa mereka nabung. Apakah buat beli sepatu impian? Buat kursus? Liburan bareng teman? Atau bahkan investasi awal?
Dengan punya target, anak jadi lebih termotivasi buat nahan diri dari jajan gak penting. Dan dari sini juga mereka belajar soal prioritas dan konsistensi.
Langkah praktis:
- Buat daftar target tabungan (tabungan jangka pendek yang memberikan bunga harian dan panjang seperti deposito online)
- Tulis jumlah dan tenggat waktunya
- Review bareng anak setiap bulan
5. Kombinasikan dengan Edukasi Keuangan Ringan
Punya tabungan aja gak cukup. Anak juga perlu ngerti konsep-konsep dasar seperti:
- Bedain kebutuhan vs keinginan
- Pentingnya menunda kesenangan demi tujuan lebih besar
- Risiko dan reward dari menyimpan uang
Gak harus dari seminar atau buku tebal. Kamu bisa pakai video edukatif, board game keuangan, atau bahkan simulasi langsung—misal minta anak bikin laporan pemasukan dan pengeluaran sendiri setiap akhir bulan.
6. Pertimbangkan Tabungan yang Terhubung ke Produk Lain
Setelah anak terbiasa menabung, kamu bisa kenalin produk lain secara bertahap:
- Tabungan berjangka untuk mengunci dana
- Deposito remaja (jika saldo sudah cukup besar)
- Top-up e-wallet (bantu mereka transaksi digital dengan kontrol)
Dengan pendekatan ini, anak jadi lebih siap menghadapi dunia finansial saat dewasa nanti. Gak cuma tahu cara pakai uang, tapi juga ngerti cara kelola dan kembangkan uangnya.
7. Bangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Saldo
Tujuan utama dari tabungan adolescence bukan buat bikin anak kaya sejak dini, tapi bikin mereka punya kebiasaan finansial yang sehat. Disiplin, sadar pengeluaran, dan tanggung jawab.
Makanya, jangan cuma fokus ke jumlah yang ditabung. Bantu mereka bikin rutinitas:
- Nabung seminggu sekali, walau cuma Rp10.000
- Catat pengeluaran harian (bisa di notes HP atau Excel)
- Diskusi bulanan bareng orang tua soal kondisi tabungan
Kebiasaan kecil ini akan jadi pondasi kuat buat masa depan finansial mereka.
Milih tabungan adolescence buat remaja bukan soal mana bunga paling tinggi atau mana yang ngasih hadiah langsung. Tapi soal mana yang bisa bantu anak belajar, ngerti, dan terbiasa dengan tanggung jawab finansial sejak dini.
Dengan fitur yang tepat, pendekatan yang edukatif, dan dukungan orang tua yang konsisten, tabungan bisa jadi alat belajar keuangan yang sangat efektif.Karena di dunia yang makin digital dan konsumtif kayak sekarang, punya anak yang paham uang sejak remaja adalah investasi yang nilainya jauh lebih dari sekadar saldo rekening.