Punya mobil pribadi sering jadi salah satu “milestone” finansial yang pengin dicapai banyak orang. Mau itu buat keperluan kerja, antar anak sekolah, sampai jalan-jalan bareng keluarga. Tapi, mimpi beli mobil gak bakal jadi kenyataan kalau gak dibarengi strategi yang realistis khususnya soal tabungan.
Soalnya gini, harga mobil makin ke sini gak makin murah. Belum lagi DP (uang muka), biaya administrasi, asuransi, servis, dan cicilan bulanan kalau kamu ambil kredit. Kalau gak disiapin dari sekarang, bisa-bisa kamu terjebak cicilan yang maksa, bahkan bikin kondisi keuangan gak stabil.
Nah, biar tujuan beli mobil bisa diwujudkan tanpa bikin kamu ngos-ngosan secara finansial, yuk bahas bareng strategi menabung buat beli mobil yang sesuai kebutuhan dan kemampuan kamu.
1. Tentuin Dulu Jenis Mobil yang Sesuai
Sebelum ngomongin angka, kamu harus tahu dulu mobil seperti apa yang kamu butuhin. Jangan kejar gaya, kejar fungsi. Berikut contoh 3 jenis mobil yang banyak dicari orang dan range harganya:
| Jenis Mobil | Contoh | Kisaran Harga |
|---|---|---|
| LCGC (Low Cost Green Car) | Honda Brio, Toyota Agya | Rp160–200 juta |
| SUV (Sport Utility Vehicle) | Hyundai Creta, Honda HR-V | Rp300–450 juta |
| Family Car (MPV) | Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander | Rp250–350 juta |
Jangan lupa, harga itu belum termasuk biaya tambahan. Jadi pastikan kamu ambil margin ekstra untuk hal-hal seperti:
- Pajak kendaraan
- Biaya balik nama
- Asuransi kendaraan
- Biaya servis awal
2. Hitung Target Tabungan Berdasarkan Jenis Pembelian
A. Beli Mobil Cash
Kalau kamu mau beli mobil langsung lunas (cash), berarti kamu perlu siapin 100% harga mobil + biaya tambahan.
Contoh:
- Target mobil: Honda Brio (LCGC)
- Harga OTR: Rp180 juta
- Tambahan biaya: Rp20 juta
- Total target tabungan: Rp200 juta
Kalau kamu mau beli 2 tahun lagi, maka:
- Rp200 juta ÷ 24 bulan = Rp8,3 juta per bulan
Ini memang angka yang besar, tapi enaknya kamu gak punya beban cicilan dan bunga bank.
B. Beli Mobil Kredit
Kalau mau ambil kredit, biasanya DP minimal 20–30% dari harga mobil. Sisanya dicicil, tapi tetap perlu strategi tabungan buat:
- DP
- Biaya admin
- Cicilan awal
Contoh:
- Target mobil: Mitsubishi Xpander (family car)
- Harga: Rp300 juta
- DP 30% = Rp90 juta
- Biaya tambahan = Rp10 juta
- Total yang harus disiapkan sebelum ambil kredit = Rp100 juta
Kalau kamu mau ambil mobil 1 tahun lagi, maka:
- Rp100 juta ÷ 12 bulan = Rp8,3 juta per bulan
Nah, beda gaya beli, beda strategi nabung. Yang penting kamu punya target jelas.
3. Pilih Cara Menabung yang Efektif
Gunakan Rekening Terpisah
Buka rekening khusus tabungan mobil, jangan campur dengan rekening gaji. Bisa juga pakai fitur kantong digital seperti di GoMax Savings nobu Go, biar dana kamu gak kepakai buat hal lain.
Gunakan Autodebet
Biar gak lupa atau tergoda, aktifkan fitur autodebet dari rekening utama ke rekening tabungan mobil setiap awal bulan. Prinsipnya: pay yourself first.
Simpan di Instrumen yang Aman
Kalau targetmu 1–2 tahun, simpan di instrumen aman:
- Tabungan berjangka
- Deposito (contohnya: deposito online nobu Go bunga sampai 6++% p.a.)
- Reksadana pasar uang
Jangan taruh di saham atau kripto kalau tujuannya jangka pendek.
4. Siasati dengan Pendapatan Tambahan
Kalau ternyata angka yang harus kamu tabung terasa berat, kamu punya dua pilihan:
- Panjangkan waktu menabung
- Cari tambahan penghasilan
Tambahan penghasilan bisa dari:
- Freelance
- Jualan online
- Jasa kecil-kecilan (ngajar, desain, antar jemput)
Uang hasil tambahan ini bisa kamu alokasikan full ke tabungan mobil.
5. Hati-Hati dengan Gaya Hidup
Percuma tabungan mobil kamu disiplin kalau gaya hidup bocor terus. Beberapa pengeluaran yang bisa kamu cek ulang:
- Langganan digital gak kepake
- Belanja impulsif
- Jajan tiap sore
- Kredit barang konsumtif
Coba evaluasi bulanan dan alihkan penghematan ke tabungan mobil.
6. Cek Harga dan Promo Secara Berkala
Selama kamu nabung, bukan berarti kamu pasif. Coba terus pantau harga mobil incaran kamu. Kadang ada promo akhir tahun, diskon khusus showroom, atau even trade-in yang bisa potong harga lumayan.
Pantau juga bunga kredit dari berbagai bank atau lembaga pembiayaan. Kalau bisa dapet suku bunga rendah dan tenor fleksibel, kamu bisa hemat banyak.
7. Jangan Lupakan Biaya Setelah Beli
Banyak orang fokus ke harga beli mobil, tapi lupa menghitung biaya pemeliharaannya. Jangan sampai tabungan habis semua buat DP tapi lupa hitung:
- Pajak tahunan
- Asuransi tahunan
- Servis berkala
- BBM harian
Pastikan kamu masih punya dana cadangan minimal 3 bulan pengeluaran rutin, bahkan setelah beli mobil.
Beli mobil bukan cuma soal “mampu bayar cicilan” atau “ada uang DP”. Tapi soal apakah kamu siap secara keseluruhan—dari biaya beli, cicilan, perawatan, sampai dampaknya ke cashflow bulanan.
Dengan strategi tabungan yang jelas, disiplin, dan realistis, mobil impian kamu bukan cuma jadi angan-angan. Dan yang paling penting, kamu bisa punya kendaraan tanpa bikin kondisi keuangan kamu babak belur di belakangnya.