Siapa sih yang gak pengin liburan? Jalan-jalan ke destinasi impian, eksplor tempat baru, foto-foto buat kenangan, sekaligus lepas sejenak dari rutinitas. Tapi kenyataannya, banyak rencana liburan gagal gara-gara satu hal: dana liburan gak siap.
Entah karena budget mepet, gak tahu harus mulai dari mana, atau ujung-ujungnya ngutang demi bisa pergi.
Padahal, kalau kamu tahu caranya, liburan impian bisa diwujudkan tanpa bikin kantong bolong. Kuncinya ada di perencanaan dan cara nabung yang realistis. Karena pada akhirnya, liburan paling nikmat itu bukan yang mewah, tapi yang gak bikin stres setelahnya.
1. Tentuin Tujuan dan Estimasi Biaya Sejak Awal
Sebelum buka tiket promo atau booking hotel, tentuin dulu: kamu mau ke mana, berapa lama, dan gaya liburan seperti apa?
Apakah kamu tipe yang:
- Suka petualangan murah ala backpacker?
- Nyaman dengan staycation di hotel?
- Liburan bareng keluarga atau solo trip?
Setelah itu, breakdown semua biaya:
- Tiket transportasi (pesawat, kereta, bus)
- Akomodasi
- Makan dan jajan
- Tiket masuk tempat wisata
- Oleh-oleh
- Dana darurat
Misalnya kamu mau ke Bali 5 hari, targetkan total biaya Rp5 juta. Dari situ kamu bisa bikin target tabungan yang lebih terukur.
2. Bikin Rekening Khusus Dana Liburan
Salah satu kesalahan umum adalah mencampur uang liburan dengan uang kebutuhan bulanan.
Saran terbaik: pisahkan rekening. Bisa buka tabungan terpisah, atau pakai fitur kantong/saku digital di aplikasi bank kamu. Misalnya:
- Gunakan GoMax Savings di aplikasi Nobu Go biar tabungan liburan kamu tetap aman dan bebas biaya transfer pas top-up dari rekening utama.
- Atur autodebit tiap awal bulan buat langsung masuk ke “rekening liburan”.
Dengan cara ini, kamu gak bakal tergoda buat pakai uangnya sebelum waktunya.
3. Tentuin Target Waktu dan Nominal Nabung
Kalau kamu udah tahu total biaya dan kapan mau liburan, tinggal dibagi aja secara logis.
Contoh:
- Target: Rp5 juta
- Waktu nabung: 10 bulan
- Artinya kamu butuh nyisihin Rp500 ribu per bulan
Kalau angka itu masih terlalu berat, jangan patah semangat. Coba:
- Revisi gaya liburan
- Panjangkan durasi nabung
- Tambah pemasukan dari freelance atau jualan kecil-kecilan
Yang penting kamu punya angka konkret dan timeline jelas, bukan sekadar “nabung kalau ada sisa.”
4. Manfaatkan Tools Budgeting
Jangan andalkan ingatan. Pakai tools atau aplikasi pengatur keuangan buat bantu kamu tracking progress nabung liburan.
Beberapa aplikasi yang bisa kamu coba:
- Money Lover: cocok buat bikin kategori pengeluaran
- Spendee: visualisasi budget-nya enak dilihat
- Google Spreadsheet: simpel tapi fleksibel
Atau, manfaatkan juga fitur notifikasi transaksi di aplikasi bank kamu biar bisa pantau alur dana dengan lebih disiplin.
5. Potong Pengeluaran Kecil Tapi Rutin
Kalau kamu ngerasa gaji udah pas-pasan, coba intip pengeluaran rutin yang kelihatannya kecil tapi konsisten menggerus. Contohnya:
- Ngopi kekinian Rp25 ribu x 15 hari = Rp375 ribu
- Langganan digital gak kepakai = Rp150 ribu
- Ojek online padahal bisa jalan kaki = Rp100 ribu
Gak perlu hapus semua. Cukup pangkas sebagian dan alihkan ke tabungan liburan. Prioritaskan pengalaman jangka panjang ketimbang kepuasan sesaat.
6. Cari Promo Sejak Jauh Hari
Liburan hemat bukan berarti murahan. Banyak promo perjalanan yang bisa kamu manfaatkan kalau kamu gerak dari jauh-jauh hari:
- Tiket pesawat atau kereta early bird
- Hotel diskon di weekday atau low season
- Tiket wisata paketan
- Cashback dari e-wallet atau aplikasi travel
Pantau juga kalender cuti bersama biar bisa ambil libur tanpa potong hari kerja terlalu banyak.
7. Siapkan Dana Cadangan
Ini sering dilupakan. Padahal saat liburan, ada aja pengeluaran tak terduga:
- Sakit ringan
- Overbaggage
- Cuaca buruk bikin rencana berubah
Minimal siapkan 10–15% dari total budget buat dana darurat. Simpan di rekening terpisah atau bawa tunai secukupnya, jangan disatukan dengan uang belanja utama.
8. Hindari Pakai Kartu Kredit Buat Liburan
Kalau tujuannya “liburan tenang”, hindari pakai kartu kredit kecuali benar-benar darurat. Kenapa?
- Bunga tinggi
- Risiko over-budget
- Tagihan datang saat euforia udah hilang
Kalau pun harus pakai, pastikan kamu udah siap bayar lunas sebelum jatuh tempo. Jangan korbankan bulan depan demi senang-senang hari ini.
9. Dokumentasi Tanpa Over-Budget
Dokumentasi liburan itu penting. Tapi jangan sampai jadi alasan boros. Kamu gak harus sewa kamera mahal atau nyari spot foto berbayar terus-terusan.
Gunakan smartphone yang kamu punya. Fokus ke momen, bukan sekadar foto buat konten. Karena liburan sejatinya adalah soal pengalaman, bukan pencitraan.
10. Evaluasi Setelah Pulang
Liburan bukan akhir dari segalanya. Setelah pulang, luangkan waktu buat evaluasi:
- Apakah budget sesuai realisasi?
- Apa yang bisa ditingkatkan buat liburan berikutnya?
- Sisa uang bisa dialihkan ke tabungan tujuan lain?
Dari evaluasi ini kamu bisa terus menyempurnakan cara nabung dan ngerencanain liburan ke depan—siapa tahu selanjutnya bisa ke luar negeri?
Nabung buat liburan impian itu gak susah kalau kamu tahu triknya. Kuncinya: pahami tujuan, rencanakan realistis, dan disiplin eksekusi serta nabung di GoMax Savings nobu Go yang bisa kasih kamu bunga flat 3% p.a. yang dibayar harian!
Dengan cara ini, liburan gak lagi jadi beban. Gak perlu utang. Gak ada drama pulang-pulang dompet jebol. Yang ada cuma satu: pengalaman seru yang jadi kenangan berharga.Karena di akhir hari, liburan terbaik adalah liburan yang kamu nikmati dengan hati tenang dan keuangan aman.