Kenali Dana Pensiun dan Cara Menghitungnya untuk Masa Tua

Memiliki rumah sendiri dan investasi yang terus bertambah memang bisa membuat kondisi keuanganmu terasa lebih aman. Namun, saat membicarakan dana pensiun, ada satu hal yang tetap perlu dipikirkan. Apakah semua aset itu sudah cukup untuk membiayai hidup setelah berhenti bekerja?

Apalagi, biaya hidup akan terus berubah seiring waktu. Alhasil, dana yang terasa cukup untuk saat ini belum tentu bisa memenuhi kebutuhan yang sama pada 10 hingga 20 tahun mendatang.

Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui seberapa siap dana pensiun yang sudah kamu miliki guna memenuhi kebutuhan hidup di masa tua. Dalam hal ini, ada beberapa aspek yang perlu kamu perhitungkan, mulai dari jumlah dana yang dibutuhkan, dampak inflasi, hingga pilihan program pensiun sesuai dengan kondisi keuanganmu. Yuk, simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Dana Pensiun?

Dana pensiun adalah dana yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan finansial ketika seseorang tidak lagi aktif bekerja atau memasuki masa pensiun. Dana ini dapat berasal dari program pensiun, tabungan, investasi, maupun sumber pendapatan lain yang sudah direncanakan.

Bagi seseorang yang sudah memiliki aset, tantangannya bukan lagi bagaimana mengumpulkan kekayaan dari awal, melainkan memastikan kekayaan tersebut bisa menopang kebutuhan hidup dalam jangka panjang.

Misalnya, kamu sudah memiliki rumah sendiri dan portofolio investasi yang cukup besar. Kondisi tersebut memang menjadi modal yang penting. Namun, nilai aset yang tinggi tidak selalu berarti tersedia cukup uang tunai untuk membayar kebutuhan bulanan selama puluhan tahun setelah pensiun.

Rumah yang ditempati memang memiliki nilai ekonomi, namun tidak otomatis menghasilkan uang untuk membayar kebutuhan sehari-hari. Begitu pula dengan investasi yang nilainya dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Itulah sebabnya perencanaan pensiun perlu melihat keseluruhan kondisi keuangan, bukan hanya total aset yang dimiliki.

Fungsi Dana Pensiun

Sejatinya, tabungan pensiun berfungsi untuk memastikan aset yang dikumpulkan selama masa produktif bisa menopang kebutuhan hidup setelah berhenti bekerja.

Dalam hal ini, ada beberapa fungsi dana pensiun yang perlu diperhatikan, yaitu:

A. Menjaga Standar Hidup setelah Pensiun

Berhenti bekerja tidak berarti kebutuhan sehari-hari juga ikut berhenti. Biaya rumah tangga, transportasi, kesehatan, dan kegiatan pribadi tetap berjalan meskipun gaji bulanan sudah tidak diterima.

Maka dari itu, tabungan pensiun bisa membantu menyediakan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan perencanaan yang tepat, seseorang bisa memperkirakan berapa banyak uang yang dibutuhkan agar perubahan penghasilan tidak langsung memengaruhi gaya hidup secara drastis.

Baca Juga: Panduan Praktis Memulai Reksa Dana Saham

B. Mengurangi Ketergantungan pada Anak atau Keluarga

Sebagian orang ingin tetap mandiri secara finansial ketika memasuki usia lanjut. Namun, keinginan tersebut perlu didukung oleh perencanaan yang matang, terutama jika penghasilan utamanya berasal dari pekerjaan.

Dalam hal ini, dana pensiun dapat membantu memenuhi kebutuhan pribadi sehingga bantuan finansial dari anak atau anggota keluarga tidak menjadi satu-satunya andalan.

C. Menyiapkan Biaya Kesehatan di Masa Tua

Kebutuhan kesehatan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Selain mempertahankan perlindungan kesehatan yang tersedia, penting pula untuk memperkirakan pengeluaran tambahan yang mungkin muncul.

Dana pensiun dapat membantu menyediakan sumber dana untuk kebutuhan tersebut, meski besarannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, perlindungan yang dimiliki, dan kemampuan finansial keluarga.

D. Menjaga Aset Agar Tidak Cepat Habis

Memiliki aset bernilai besar belum tentu akan menjamin kebutuhan pensiun juga ikut terpenuhi. Jika pengeluaran tidak direncanakan, bisa saja kamu terpaksa harus menjual investasi atau aset lain untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu, tabungan pensiun perlu direncanakan sedemikian rupa agar bisa membantu menentukan sumber dana yang akan digunakan dan bagaimana aset dikelola selama masa pensiun. Dengan begitu, keputusan finansial tidak hanya bergantung pada kondisi pasar saat kebutuhan muncul.

E. Memberi Ruang untuk Mencapai Tujuan Pribadi

Masa pensiun juga bisa menjadi kesempatan untuk menjalankan kegiatan yang sebelumnya sulit dilakukan karena kesibukan bekerja, seperti bepergian, mengembangkan hobi, atau mengelola usaha kecil.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kamu tentu akan memerlukan dana pensiun yang matang. Dengan memasukkan tujuan pribadi ke dalam rencana keuangan, kamu bisa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai biaya hidup yang ingin dipertahankan setelah pensiun.

Jenis-Jenis Dana Pensiun

Di Indonesia, persiapan masa pensiun bisa dilakukan melalui program jaminan sosial, program pensiun dari pemberi kerja, maupun program pensiun sukarela. Beberapa jenis dana pensiun yang umum digunakan, yaitu:

  • Jaminan Pensiun (JP) – Program BPJS Ketenagakerjaan.
  • Jaminan Hari Tua (JHT) – Program BPJS Ketenagakerjaan.
  • Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).
  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
  • Dana Pensiun dari Tabungan dan Investasi Pribadi.

Baca Juga: Literasi Keuangan: Bekal Wajib untuk Hidup yang Lebih Tenang

Cara Menghitung Dana Pensiun yang Tepat

Perlu diketahui bahwa tidak ada standar pasti untuk mengetahui tabungan pensiun yang cukup bagi semua orang. Pasalnya, kebutuhan dana pensiun sendiri bergantung pada pengeluaran bulanan, usia ketika berhenti bekerja, perkiraan lama masa pensiun, serta penghasilan lain yang masih akan diterima.

Namun, untuk mengetahui gambarannya, kamu bisa melakukan perhitungan sederhana berikut ini:

1. Hitung Kebutuhan Hidup setelah Pensiun

Mulailah dengan mengevaluasi pengeluaran saat ini. Pisahkan kebutuhan yang kemungkinan tetap ada setelah pensiun dari pengeluaran yang mungkin berkurang atau bertambah.

Beberapa komponen yang bisa diperhitungkan meliputi:

  • Kebutuhan rumah tangga, makanan, dan transportasi.
  • Biaya kesehatan dan asuransi.
  • Kebutuhan tempat tinggal dan pemeliharaan rumah.
  • Biaya rekreasi dan kegiatan pribadi.
  • Bantuan finansial untuk anak atau anggota keluarga, jika masih direncanakan.

Sebagai gambaran, seseorang yang sekarang menghabiskan Rp20 juta per bulan mungkin memperkirakan kebutuhan pensiunnya sebesar Rp15 juta per bulan dalam nilai uang saat ini. Angka tersebut juga perlu diuji kembali berdasarkan gaya hidup yang ingin dipertahankan dan kewajiban yang masih berjalan.

2. Perhitungkan Inflasi

Perlu diketahui bahwa inflasi berdampak pada meningkatnya harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Akibatnya, jumlah uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini belum tentu cukup untuk kebutuhan yang sama 10 atau 20 tahun mendatang.

Misalnya, kebutuhan hidup saat ini sebesar Rp15 juta per bulan. Jika inflasi rata-rata diasumsikan 4% per tahun, perkiraan kebutuhan tersebut dalam 15 tahun menjadi sekitar Rp27 juta per bulan.

Berikut adalah perhitungan sederhananya:

Kebutuhan masa depan = kebutuhan saat ini × (1 + inflasi)^jumlah tahun

Dengan asumsi tersebut, maka:

Rp15.000.000 × (1 + 4%)¹⁵ = Rp27.008.000 per bulan.

Jadi, dengan inflasi, kebutuhan dana pensiunnya dalam 15 tahun menjadi:

Rp27 juta x 12 bulan x 15 tahun = Rp4,86 miliar.

Sebagai catatan, angka ini merupakan simulasi, bukan prediksi inflasi yang pasti. Biaya pendidikan dan kesehatan juga bisa meningkat dengan laju berbeda dari inflasi umum.

Mengelola Dana yang Sudah Disiapkan untuk Masa Pensiun

Menghitung kebutuhan dana pensiun memang penting, namun mengelola dana yang sudah terkumpul juga perlu diperhatikan. Apalagi jika masih ada waktu beberapa tahun sebelum pensiun, dana yang dimiliki perlu dikelola dengan mempertimbangkan kebutuhan, jangka waktu, dan risiko.

Misalnya, kamu sudah memiliki dana untuk kebutuhan tertentu dalam beberapa bulan ke depan dan tidak ingin seluruhnya ditempatkan di instrumen investasi yang nilainya bisa naik turun. Dalam hal ini, deposito bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan, selama jangka waktu dananya sesuai dengan rencana keuangan.

Melalui nobu Go, kamu bisa membuka dan mengelola deposito online langsung dari aplikasi. Tersedia pilihan tenor 1 hingga 6 bulan, dengan bunga hingga 6,00% per tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Deposito ini juga dapat dicairkan kapan saja tanpa penalti bunga, lho.

Baca Juga: Kenapa Kita Susah Menabung?

Testimonial

Lihat Apa Yang User Kita Katakan

Lihat apa yang dikatakan pengguna kami tentang pengalaman mereka! Temukan ulasan, testimoni disini

Start typing and press enter to search