Jika ingin liburan ke luar negeri, kamu tentu membutuhkan persiapan transaksi yang berbeda. Dalam hal ini, penting untuk mengenal apa saja alat pembayaran luar negeri yang bisa digunakan guna memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari membayar hotel hingga berbelanja.
Kamu mungkin sudah cukup familiar dengan uang tunai dan kartu kredit sebagai alat transaksi luar negeri. Nyatanya, sekarang telah tersedia berbagai alat pembayaran internasional yang lebih beragam dengan fungsi dan ketentuan masing-masing. Penasaran apa saja? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Macam-Macam Alat Pembayaran Luar Negeri yang Umum Digunakan
Mulai dari uang tunai dalam mata uang asing, kartu debit internasional, QRIS Cross-border, hingga documentary collection, berikut adalah sejumlah alat pembayaran internasional yang umum digunakan:
1. Uang Tunai dalam Mata Uang Asing
Uang tunai masih menjadi pilihan praktis ketika bepergian ke luar negeri. Kamu bisa menukarkan rupiah ke mata uang negara tujuan melalui bank atau money changer.
Misalnya, saat berlibur ke Jepang, kamu bisa menyiapkan yen untuk membayar makanan, transportasi, atau berbelanja di toko yang belum menerima pembayaran digital.
Kelebihannya, uang tunai tidak membutuhkan koneksi internet maupun perangkat elektronik. Namun, hindari membawa uang terlalu banyak karena berisiko hilang atau dicuri.
2. Kartu Debit Internasional
Kartu debit dengan jaringan Visa atau Mastercard juga dapat digunakan untuk bertransaksi di luar negeri selama fitur transaksi internasionalnya sudah aktif.
Pembayaran akan langsung memotong saldo rekening yang terhubung. Kartu ini bisa digunakan untuk membayar belanjaan, restoran, hotel, hingga menarik uang tunai di ATM yang mendukung jaringan tersebut.
3. Kartu Kredit Global
Kartu kredit, seperti Visa, Mastercard, American Express, dan JCB juga dapat digunakan dalam transaksi luar negeri di berbagai merchant yang menerima jaringan pembayaran tersebut.
Metode ini cukup praktis untuk membayar hotel, tiket perjalanan, hingga belanja di luar negeri. Beberapa penyedia layanan perjalanan juga menggunakan kartu kredit sebagai jaminan pemesanan.
Baca Juga: Cara Nabung Buat Liburan Impian Tanpa Pusing Tagihan
4. Dompet Digital Internasional
Dompet digital atau e-wallet juga dapat digunakan untuk transaksi lintas negara, terutama saat berbelanja online atau membayar layanan digital. Salah satu contohnya adalah PayPal. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk mengirim pembayaran kepada penerima di negara lain melalui akun yang terdaftar.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua merchant menerima PayPal. Periksa juga biaya transaksi dan kurs konversi sebelum melakukan pembayaran.
5. QRIS Cross-Border atau QRIS Antarnegara
Kini, pembayaran digital semakin memudahkan transaksi lintas negara melalui QRIS Cross-Border. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk membayar di merchant negara mitra dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukungnya.
Kerja sama QRIS antarnegara telah mencakup sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Cakupannya bahkan juga sudah mulai berkembang ke Tiongkok.
Dengan sistem ini, kamu tidak selalu perlu menukarkan uang tunai atau menggunakan kartu fisik untuk setiap transaksi. Cukup buka aplikasi yang mendukung layanan tersebut, seperti nobu Go dari Nobu Bank, kemudian pindai kode QR merchant, periksa nominal pembayaran, dan konfirmasi transaksi.
Ke depannya, cakupan QRIS Cross-Border berpotensi semakin luas seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan integrasi sistem pembayaran regional. Namun, pastikan aplikasi dan merchant tujuan sudah mendukung layanan tersebut.
6. Transfer Bank Internasional
Transfer bank internasional banyak digunakan untuk mengirim dana ke rekening penerima di negara lain. Metode ini umum digunakan untuk membayar biaya pendidikan, mengirim uang kepada keluarga, hingga menyelesaikan transaksi bisnis.
Salah satu jaringan yang digunakan dalam transfer antarbank internasional adalah SWIFT. Untuk melakukan transfer, biasanya kamu perlu menyiapkan nama penerima, nomor rekening, nama bank, dan kode SWIFT/BIC.
Perhatikan biaya transfer, kurs konversi, serta estimasi waktu penerimaan dana sebelum mengirim uang.
Baca Juga: Tips Menyusun Dana Liburan Keluarga Besar
7. Letter of Credit (L/C)
Letter of credit merupakan instrumen pembayaran yang banyak digunakan dalam kegiatan ekspor dan impor. Melalui metode ini, bank memberikan komitmen pembayaran kepada eksportir atas nama importir selama dokumen yang disyaratkan telah dipenuhi.
Misalnya, perusahaan Indonesia membeli barang dari Jepang. Importir dapat mengajukan L/C melalui bank untuk memberikan kepastian pembayaran kepada eksportir sesuai ketentuan yang disepakati.
Metode ini dapat membantu mengurangi risiko pembayaran dalam perdagangan internasional, meskipun membutuhkan dokumen dan proses administrasi yang cukup kompleks.
8. Documentary Collection
Documentary collection atau wesel inkaso merupakan metode pembayaran perdagangan internasional yang melibatkan bank sebagai perantara penagihan dan penyerahan dokumen.
Ada dua jenis documentary collection yang umum digunakan, yaitu:
- Documents Against Payment (D/P): Importir harus membayar terlebih dahulu sebelum menerima dokumen untuk mengambil barang.
- Documents Against Acceptance (D/A): Importir menerima dokumen setelah menyetujui kewajiban pembayaran pada tanggal jatuh tempo.
Berbeda dari letter of credit, bank tidak memberikan jaminan pembayaran dalam documentary collection. Oleh sebab itu, metode ini biasanya digunakan oleh mitra bisnis yang sudah memiliki hubungan dan tingkat kepercayaan baik.
Tips Memilih Alat Pembayaran Luar Negeri
Setiap metode pembayaran memiliki kelebihan dan ketentuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu perlu memilih cara transaksi luar negeri yang sesuai kebutuhan dengan memperhatikan beberapa tips berikut ini:
- Sesuaikan dengan kebutuhan. Uang tunai, kartu, dan dompet digital cocok untuk kebutuhan perjalanan, sedangkan transfer bank dan L/C lebih relevan untuk transaksi bisnis.
- Periksa biaya dan kurs. Cari tahu biaya administrasi, konversi mata uang, dan biaya tambahan sebelum bertransaksi.
- Pastikan diterima merchant. Tidak semua negara dan tempat usaha menerima metode pembayaran yang sama.
- Utamakan keamanan. Gunakan layanan resmi dan jangan membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun.
- Siapkan metode cadangan. Bawa uang tunai atau kartu alternatif untuk mengantisipasi gangguan transaksi digital.