Apa Itu Diversifikasi Aset? Ini Jenis dan Cara Melakukannya

Punya tabungan dan investasi yang nilainya terus bertambah tentu terasa menyenangkan. Namun, seiring bertambahnya aset, kamu juga perlu memikirkan cara mengelolanya agar tetap sesuai dengan rencana keuangan. Salah satu hal yang bisa kamu pertimbangkan adalah diversifikasi aset.

Setiap jenis aset tentu punya karakteristik dan risiko yang berbeda, ada yang menawarkan peluang pertumbuhan, mempertahankan nilai aset, atau bahkan memenuhi kebutuhan transaksi di luar negeri. Maka dari itu, penting untuk mempertimbangkan fungsi setiap instrumen dan kebutuhan keuangan pribadi sebelum menentukan pembagian aset.

Lantas, bagaimana cara menentukan pembagian aset yang sesuai? Untuk mengetahuinya, yuk, simak pembahasan lengkap terkait diversifikasi aset di bawah ini!

Apa Itu Diversifikasi Aset?

Diversifikasi aset adalah strategi menyebarkan dana ke beberapa jenis aset atau instrumen investasi untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber risiko. 

Aset yang dipilih bisa bermacam-macam, mulai dari saham, logam mulia, hingga mata uang asing seperti dolar AS. Sejatinya, setiap aset tersebut memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda-beda. 

Contohnya, kamu memiliki dana investasi sebesar Rp100 juta. Alih-alih menempatkan seluruhnya di saham, kamu bisa membagi dana tersebut ke saham, emas, dan instrumen simpanan sesuai kebutuhan.

Perlu diingat, diversifikasi tidak menjamin kamu terhindar dari kerugian. Namun, pembagian aset yang tepat bisa membantu mengurangi risiko akibat terlalu bergantung pada satu jenis investasi.

Pentingnya Diversifikasi Aset

Dalam pengelolaan harta, diversifikasi aset bisa memberikan beberapa manfaat, di antaranya sebagai berikut:

  • Mengurangi ketergantungan pada satu aset. Jika nilai suatu aset turun, kamu masih memiliki aset lain dengan karakteristik yang berbeda.
  • Membantu mengelola risiko investasi. Kamu bisa menyesuaikan pembagian dana dengan seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung.
  • Mendukung tujuan keuangan. Dana untuk kebutuhan jangka pendek tentu perlu dikelola berbeda dari dana yang disiapkan untuk pensiun atau tujuan jangka panjang.

Meski begitu, punya banyak jenis aset belum tentu membuat portofoliomu terdiversifikasi dengan baik. Misalnya, kamu membeli saham dari beberapa perusahaan, tetapi semuanya bergerak di sektor yang sama. Ketika sektor tersebut mengalami tekanan, harga saham-saham itu bisa turun bersamaan.

Jadi, alih-alih memperbanyak jenis aset yang dimiliki, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana aset-aset tersebut bisa saling melengkapi.

Baca Juga: Emas Batangan vs Emas Digital: Mana yang Lebih Cuan

Jenis-Jenis Diversifikasi Aset

Secara garis besar, diversifikasi aset bisa dibagi menjadi beberapa jenis, mulai dari saham, logam mulia, reksa dana, hingga dolar. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

1. Diversifikasi Saham

Diversifikasi saham adalah strategi yang dilakukan dengan menyebarkan investasi ke beberapa perusahaan atau sektor industri. Sebagai contoh, kamu memiliki saham di perusahaan perbankan, barang konsumsi, dan teknologi.

Dengan pembagian tersebut, investasimu tidak sepenuhnya bergantung pada kinerja satu perusahaan atau sektor. Namun, sekali lagi ditekankan bahwa setiap saham tetap memiliki risiko penurunan harga. Sebelum membeli, penting untuk mempertimbangkan kondisi perusahaan, tujuan investasi, dan kemampuan keuanganmu.

2. Diversifikasi Logam Mulia

Logam mulia, seperti emas, juga menjadi salah satu pilihan yang sering dipertimbangkan untuk melengkapi portofolio investasi. Sebagian orang biasanya menyimpan emas untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

Namun, harga emas juga bisa naik dan turun. Kamu juga perlu memperhitungkan selisih antara harga beli dan harga jualnya. Jadi, jangan hanya membeli emas karena harganya sedang naik. Pastikan pembelian tersebut sesuai dengan tujuan keuangan dan jangka waktu investasimu.

3. Diversifikasi Reksa Dana

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan untuk melakukan diversifikasi aset, terutama jika kamu ingin berinvestasi tanpa harus memilih dan mengelola setiap aset sendiri. Lewat instrumen ini, dana dari para investor akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio yang sesuai dengan jenis reksa dananya.

Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa kamu pertimbangkan, seperti reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Masing-masing memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. 

Misalnya, reksa dana pasar uang cenderung memiliki fluktuasi lebih rendah dibandingkan reksa dana saham, sedangkan reksa dana saham memiliki risiko lebih tinggi karena investasinya mengikuti pergerakan pasar saham.

Baca Juga: Apa Itu Tabungan Valas dan Kapan Perlu Dimiliki?

4. Diversifikasi Dolar

Menyimpan sebagian dana dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) juga dapat menjadi pilihan jika kamu memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan dolar, seperti biaya pendidikan di luar negeri atau perjalanan internasional.

Apalagi, dolar AS termasuk mata uang utama dunia yang relatif stabil dan banyak digunakan dalam transaksi internasional, perdagangan, serta penyimpanan cadangan devisa oleh berbagai negara.

Kamu bisa mempertimbangkan dolar jika memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan mata uang tersebut, seperti biaya pendidikan di luar negeri atau perjalanan internasional. Dengan begitu, kamu bisa menyiapkan dana sesuai mata uang yang akan digunakan.

Namun, sama seperti instrumen lainnya, nilai dolar terhadap rupiah juga tetap bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Jika dolar menguat, nilainya dalam Rupiah bisa meningkat. Sebaliknya, apabila dolar melemah, nilainya dalam rupiah bisa turun.

Cara Diversifikasi Aset

Sebelum membagi dana ke berbagai jenis aset, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan, yaitu:

A. Tetapkan Tujuannya

Coba tentukan terlebih dahulu untuk apa dana tersebut akan digunakan. Apakah untuk biaya pendidikan anak, membeli properti, menyiapkan pensiun, atau menjaga nilai kekayaan?

Tujuan ini akan membantu kamu memilih aset yang sesuai. Contohnya, dana untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan sebaiknya tidak seluruhnya ditempatkan pada instrumen yang harganya mudah berubah.

B. Pertimbangkan Jangka Waktu Investasi

Kapan dana tersebut akan digunakan? Pertanyaan ini juga penting untuk dipertimbangkan sebelum menentukan pembagian aset.

Jika dana akan dipakai dalam waktu dekat, kamu perlu memperhitungkan kemudahan pencairan dan risiko penurunan nilai. Sementara itu, tujuan jangka panjang mungkin akan memberi ruang untuk memilih aset yang nilainya lebih berfluktuasi, selama sesuai dengan profil risikomu.

Perlu digarisbawahi, tidak ada satu komposisi aset yang cocok untuk semua orang. Pilihlah pembagian yang realistis dan sesuaikan ketika kebutuhan keuanganmu berubah.

Baca Juga: Perbedaan Aset dan Liabilitas yang Sering Disalahpahami

C. Kenali Profil Risiko Sendiri

Setiap orang punya toleransi risiko yang berbeda-berbeda. Ada yang nyaman melihat nilai investasinya naik turun, ada pula yang lebih mengutamakan kestabilan.

Untuk itu, coba perhatikan penghasilan, dana darurat, tanggungan keluarga, dan kebutuhan rutinmu. Jangan sampai penurunan nilai investasi membuat biaya rumah tangga atau kebutuhan penting lainnya terganggu.

Jangan lupa juga, luangkan waktu untuk mengevaluasi portofolio secara berkala. Jika komposisi aset sudah jauh berbeda dari rencana awal, kamu bisa mempertimbangkan penyesuaian sesuai kondisi keuangan terbaru.

Lengkapi Strategi Diversifikasi Aset dengan GoForex nobu Go

Setelah memahami berbagai jenis aset, kamu bisa mulai mengevaluasi kembali pembagian dana yang dimiliki. Pertimbangkan tujuan setiap aset, termasuk apakah kamu memiliki kebutuhan keuangan dalam mata uang asing. 

Jika ada, menyimpan sebagian dana dalam valas bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Untuk itu, kamu bisa memanfaatkan GoForex di aplikasi nobu Go!

Melalui GoForex, kamu dapat memiliki tabungan valuta asing dengan pilihan 8 mata uang, mulai dari dolar AS (USD) hingga yen Jepang (JPY). Ada juga bunga tabungan valas spesial hingga 2,50% per tahun untuk USD, SGD, dan AUD, yang semakin membuatmu lebih untung. Tunggu apa lagi? Yuk, diversifikasi aset lebih praktis bareng nobu Go!

Testimonial

Lihat Apa Yang User Kita Katakan

Lihat apa yang dikatakan pengguna kami tentang pengalaman mereka! Temukan ulasan, testimoni disini

Start typing and press enter to search